"Selat Sunda bukan hanya sebuah lokasi di peta, melainkan ruang yang sejak lama mempertemukan manusia, gagasan, dan berbagai aktivitas kehidupan."
Ketika sebuah negara, apa pun bentuk pemerintahannya—demokrasi, monarki, bahkan komunis—yang memiliki hubungan dengan negara lain, maka biasanya terdapat seseorang yang ditugaskan untuk mewakili kepentingan negaranya secara resmi dan berkelanjutan. Orang itu umumnya disebut Duta Besar.
Sederhananya, Duta Besar dapat dipahami sebagai seseorang yang mewakili negaranya dalam berbagai urusan tertentu.
Ketika sebuah kampus atau sekolah menunjuk mahasiswa atau pelajarnya untuk memperkenalkan dan membangun citra positif lembaganya, maka lahirlah istilah Duta Kampus atau Duta Sekolah.
Lalu bagaimana dengan dunia bisnis?
Ketika seorang tokoh publik dipercaya untuk memperkenalkan sebuah produk, membangun kesadaran masyarakat, sekaligus menjaga citra positif sebuah merek, maka kita mengenalnya dengan istilah Brand Ambassador.
Lho... kok bukan Duta Merek? Nah, urusan itu kita simpan dulu.
Mari beralih ke hal lain.
Di ujung selatan Pulau Sumatera dan ujung barat Pulau Jawa terdapat sebuah perairan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, yaitu Selat Sunda.
Pada titik tersempitnya, jarak antara kedua pulau tersebut hanya sekitar 30 kilometer. Meski tidak terlalu lebar, perairan ini telah menjadi jalur penting yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya sejak ratusan tahun lalu.
Menurut berbagai kajian geologi, kawasan ini menyimpan sejarah panjang pembentukan bentang alam Nusantara. Pada masa lampau, wilayah yang kini menjadi Pulau Jawa dan Pulau Sumatera diyakini pernah terhubung sebagai bagian dari daratan yang lebih luas. Perubahan alam yang berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang kemudian membentuk kondisi geografis yang kita kenal saat ini, termasuk hadirnya Selat Sunda.
Apakah Selat Sunda lahir sebagai konsekuensi dari perubahan besar yang pernah terjadi sebelumnya?
Bisa jadi.
Namun terlepas dari bagaimana proses terbentuknya, satu hal yang pasti: hingga hari ini Selat Sunda tetap menjadi salah satu kawasan strategis bagi Indonesia.
Jalur pelayaran, jalur perdagangan, jalur penghubung antarpulau dan tentu saja bagian dari sejarah bangsa ini.
Lalu apa hubungannya dengan Duta Selat Sunda?
Jika seorang Duta Besar mewakili negaranya, jika seorang Duta Kampus mewakili almamaternya, dan jika seorang Brand Ambassador mewakili sebuah merek, maka kami memaknai nama Duta Selat Sunda sebagai semangat untuk menjadi perwakilan nilai-nilai yang lahir dari kawasan yang menghubungkan, mempertemukan, dan menggerakkan banyak pihak.
Karena pada akhirnya, sebuah nama bukan sekadar identitas. Ia adalah harapan, ia adalah doa dan bagi kami, Selat Sunda bukan hanya sebuah lokasi di peta, ia adalah bagian dari cerita yang ingin terus kami bawa ke mana pun langkah ini berlayar.